Kamis, 05 Mei 2011

B. Pembahasan Khusus
ANALISIS MATERIAL BLACK BOX

1. Defenisi Black Box
Kotak hitam sebenarnya merupakan istilah umum untuk alat perekam pesawat komersial. Kotak hitam atau black box adalah sekumpulan alat yang digunakan pada pesawat terbang untuk menyimpan semua data aktivitas selama penerbangan. Data tersebut dibutuhkan oleh para penyelidik dalam mengungkap penyebab sebuah kecelakaan penerbangan.Awalnya alat pencatat kegiatan pesawat ini berupa alat pencatat putaran baling-baling yang diciptakan oleh pencipta pesawat terbang, yaitu Wright Bersaudara pada tahun 1900-an. Barulah 50 tahun kemudian kotak hitam pertama kali diciptakan oleh Dr David Warren asal Australia. Kotak itu terdiri dari tiga lapisan untuk menyediakan jenis perlindungan yang berbeda pada media perekaman. Shell terluar merupakan kasus yang terbuat dari baja dikeraskan atau titanium dirancang untuk bertahan dampak kerusakan intens dan tekanan. Lapisan kedua adalah sebuah kotak isolasi sementara yang ketiga adalah sebuah blok termal untuk melindungi terhadap kebakaran berat dan panas. Bersama, ketiga kasus berlapis memungkinkan FDR dan CVR untuk bertahan hidup di semua tapi kondisi kecelakaan yang paling ekstrem.


Kotak hitam disimpan di bagian ekor pesawat, tempat yang diduga paling aman jika pesawat mengalami kecelakaan. Karena seringkali ekor pesawat lebih utuh kondisinya pada saat terjadi kecelakaan dibandingkan bagian depan, sehingga akan lebih melindungi keutuhan kotak hitam. Kotak hitam yang lebih modern memiliki kemampuan self-eject serta mudah dideteksi oleh SONAR atau RADAR. Ide dasar dari pembuatan kotak hitam adalah bahwa perlu adanya informasi yang menjelaskan segala kegiatan yang terjadi selama pesawat sedang terbang. Informasi ini digunakan untuk mengetahui apa penyebab sebuah pesawat mengalami kecelakaan misalnya. Black box dikemas dalam Crash Survivable Memory Unit (CSMU) yang dibuat untuk mampu bertahan pada suhu yang sangat extrem panas, impact yang besar dan perubahan pressure yang drastis. Umumnya, kotak hitam disimpan di bagian buntut pesawat dan mempunyai kemampuan self-eject serta mudah dideteksi oleh sonar atau radar. Administrasi Penerbangan Amerika (FAA) membuat regulasi kotak hitam harus mempunyai kemampuan merekam dalam kondisi temperatur 1100 derajat celsius selama satu jam dan tekanan air sedalam 20 ribu kaki mampu bertahan di kedalaman laut yang asin terkena berbagai cairan serta tekanan 3400 kali gravitasi selama 6,5 detik. Mampu bertahan didasar laut selama 30 hari. Di samping itu, Black Box juga dilengkapi dengan Under Water Locator Beacon, untuk dapat diketahui lokasinya apabila tenggelam di laut. Alat ini mampu mengeluarkan sinyal dan kedalaman 14.000 kaki (4.267m) maksudnya bila di dalam air, kotak ini akan memancarkan sinyal ketika terguncang karena benturan. Sinyal inilah yang bisa ditangkap radar untuk menunjukkan lokasi pesawat. Namun, kekuatan sinyal terbatas. Biasanya sampai seminggu sebelum menghilang.
2. Sejarah Black Box
A. Generasi pertama
Pada masa ini Flight Data Recorder mempunyai kapabilitas perekaman yang sangat terbatas, hanya meliputi 5 parameter perekaman penerbangan yaitu Heading (arah penerbangan), Altitude (ketinggian penerbangan) , Airspeed (kecepatan terbang) , Vertical Speed (percepatan vertikal) dan Time (waktu)Kelima parameter analog tersebut direkam pada Metal Foil (semacam kertas logam yang disebut Incanol Steel), yang hanya bisa dipakai satu kali perekaman, sehingga disebut juga Foil recorder. Dengan parameter terbang yang sangat terbatas pada alat ini ditambah sulitnya untuk dapat diinterpretasikan.
B. Generasi kedua
didorong oleh terbatasnya parameter yang terekam pada foil recorder dan sulitnya menginterpretasi data kemudian berkembang FDR dengan menggunakan magnetic tape dengan format data digital pada tahun 1960-an. Kemampuannya merekam jauh lebih baik dengan mencakup banyak parameter data. Pada perkembangannya FDR dirasa tidak cukup untuk digunakan sebagai dasar analisa penyebab kecelakaan, maka mulai dikembangkan teknologi CVR, yang pada tahun 1965 menjadi piranti wajib semua pesawat terbang komersial.
C. Generasi ketiga
Pada tahun 1990, mulai dikembangkan FDR generasi ketiga yang berbasiskan teknologi solid state, disusul dengan CVR pada tahun 1992. Keunggulan black box generasi ketiga ini adalah kemampuan untuk merekam lebih banyak parameter dan waktu yang lebih lama, biaya perawatan yang lebih rendah dan pembacaan data yang lebih mudah dibandingkan dengan magnetic tape.
3. Fungsi Black Box
Fungsi dari black box atau kotak hitam sendiri adalah untuk merekam pembicaraan antara pilot dengan ATC atau Air traffic control serta untuk mengetahui tekanan udara dan kondisi cuaca selama penerbangan tapi pada intinya
Kotak Hitam ini dirancang memiliki dua fungsi:
• Memberi akurasi dan koreksi terhadap kesalahan yang sering ditimpakan terhadap kesalahan pilot atau kesalahan sistem pesawat.
• Untuk menganalisis insiden kecelakaan supaya menjadi bahan pencegahan kesalahan di masa selanjutnya.
4. Bagian – Bagian Black Box
Dalam perkembangannya, kotak hitam ini terdiri dari dua bagian utama, yaitu :
a. FDR (Flight Data Recorder– perekam data penerbangan)
Flight Data Recorder (FDR) mencatat berbagai parameter yang terkait dengan operasi dan karakteristik penerbangan pesawat seperti percepatan, kecepatan, ketinggian, posisi kontrol kokpit, termometer, pengukur mesin, aliran bahan bakar, permukaan atur posisi, status autopilot, beralih posisi, dan berbagai parameter lainnya. Alat ini secara spesifik digunakan untuk merekam parameter kinerja pesawat, atau kondisi selama pesawat terbang. data yang tercatat di FDR digunakan untuk investigasi kecelakaan pesawat terbang, menganalisa keselamatan udara ( air safety ), degradasi material ( material degradation ) dan kinerja mesin ( Engine performance ).

Gambar FDR Yang Sudah Rusak
b. CVR (cockpit Voice Recorder– perekam suara di kokpit).
CVR ( Cockpit Voice Recorder ), sebuah alat perekam pembicaraan di area cockpit. Pembicaraan crew yang ada di cockpit, baik dengan radio komunikasi kotrol personil lalulintas udara ( Air Traffic Control ), maupun pembicaraan antar awak pesawat yang ada di cockpit, serta suara suara lainnya. Dalam beberapa kasus, kedua fungsi tersebut telah digabungkan menjadi satu. The Cockpit Voice Recorder, misalnya, menyimpan suara dari mikrofon yang terletak di dek penerbangan. Sebuah mikrofon daerah biasanya ditempatkan di panel instrumen overhead antara pilot, dan mikrofon tambahan terletak di headset setiap anggota awak pesawat. Mikrofon ini mengambil percakapan antara awak pesawat, suara mesin, alarm peringatan terdengar, pendaratan suara gear, klik dari switch bergerak, dan setiap suara lainnya seperti muncul atau thuds yang mungkin terjadi di kokpit.


Contoh sebuah Cockpit Voice Recorder (CVR)
Baik FDR dan CVR, keduanya dapat merekam hingga 700 parameter penerbangan seperti waktu terbang, tekanan udara, ketinggian, kecepatan angin, keseimbangan horizontal, arah kompas, dan sebagainya. Juga dapat merekam pembicaraan pilot selama 25 jam terakhir. Data-data, FDR dan CVR disimpan pada Memory Boards yang terdapat pada Crash Survivability Memory Unit (CSMU) yang berlapis-lapis. Masing-masing lapisan terdiri dari aluminium tipis, silika, dan baja tahan karat atau juga titanium, yang amat kuat dan tahan terhadap berbagai kondisi ekstrim.



D. Cara Kerja Black Box
Magnetic Tape bekerja layaknya Tape Recorder dan pada umumnya, CVR dengan Magnetic Tape merekam selama 30 menit, dengan putaran kontinyu (Continuous Loop) dengan siklus 30 menit. Setelah satu siklus, rekaman lama akan terhapus diganti dengan rekaman baru. Sedangkan CVR berbasis tek-nologi Solid State mampu merekam sampai 2 jam per siklus.
Saat ini, pembuat Black Box tidak lagi membuat jenis Magnetic Tape dan mulai beralih ke Solid State Technology yang diyakini lebih andal. Solid State menggunakan sekumpulan Microchips, sehingga tidak ada bagian-bagian yang bergerak. Dengan tidak adanya bagian yang bergerak membuat biaya perawatan menjadi murah dan juga akan mengurangi kemungkinan ada ba-gian yang pecah pada waktu terjadi kecela-kaan. Kemudian data-data dan FDR dan CVR disimpan pada Memory Boards yang terdapat pada Crash Survivability Memory Unit (CSMU). Memory Boards mempunyai ruang penyimpanan data digital yang cukup un-tuk mengakomodasi rekaman percakapan pada CVR hingga 2 jam dan perekaman data pener-bangan pada FDR selama 25 jam.
Untuk dapat direkam pada FDR, pesawat terbang dilengkapi berbagai macam sensor untuk mengukur besaran-besaran (parameter) data penerbangan seperti Acceleration, Airspeed, Attitude, Flap Settings, Outside Air Temperature, Cabin Temperature and Pressure, Engine Performance dan banyak lagi. FDR jenis Magnetic Tape Recorder dapat menyimpan sekitar 100 parameter, sedangkan jenis Solid State Recorder lebih dari 700 parameter. Semua data dari sensor-sensor tersebut dikirimkan ke Flight Data Acqusition Unit (FDAU) yang terletak pada Electronic Equipment Bay di bawah Cockpit dan kemudian direkam oleh Black Box, yang terletak pada bagian belakang (ekor) pesawat terbang. Alasan pemasangan Black Box di belakang pesawat terbang me-ngingat bagian tersebut seringkali lebih utuh kon-disinya pada saat terjadi kecelakaan dibandingkan bagian depan, sehingga akan lebih melindungi ke-utuhan Black Box.
Pada kecelakaan pesawat terbang, ada kalanya bagian yang tersisa adalah Black Box, itupun mungkin hanya bagian yang disebut Crash Survivability Me-mory Unit (CSMU), karena CSMU baik pada FDR maupun CVR memang dibuat untuk dapat bertahan (Built to Survive), oleh karenanya persyaratan dan pengujian bagian ini sangatlah ketat. Beberapa hal yang harus mampu ditahan oleh CSMU di antaranya Crash Impact yang harus mampu menahan ben-turan sampal 3.400 G (gaya tarik bumi), Static Crush mampu menahan beban seberat 5.000 lb (2.500 kg) selama 5 menit pada semua sumbunya. Fire Test mampu bertahan pada suhu 2.0000 F (1.1000C) selama satu jam, mampu bertahan di kedalaman laut, berbagai macam cairan, dan sebagainya. Di samping itu, Black Box juga dilengkapi dengan Under Water Locator Beacon, untuk dapat diketahui lokasinya apabila tenggelam di laut. Alat ini mampu mengeluarkan sinyal dan kedalaman 14.000 kaki (4.267m).
http://randaka.wordpress.com/2011/02/09/david-warren-penemu-kotak-hitam-black-box/
http://www.tiket-penerbangan.com/2010/06/kotak-hitam-black-box-pada-pesawat.html
http://www.tnial.mil.id/Majalah/Cakrawala/ArtikelCakrawala/tabid/125/articleType/ArticleView/articleId/75/Default.aspx
http://jeanotnahasan.blogspot.com/2010/01/black-box-saksi-sebuah-kecelakaan.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar